5 Makanan Khas Indonesia yang Hanya ada di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan atau bulan puasa memang sedikit berbeda dari bulan-bulan biasa. Selain jalanan makin ramai saat menjelang waktu berbuka, makanan saat Ramadhan pun agak berbeda. Ya, banyak makanan yang kerao dinilai musiman, atau hanya ada pada bulan-bulan Ramadhan saja.

Nah, berikut adalah beberapa makanan khas asli Indonesia yang hanya ada di bulan puasa, seperti dikutip dari Kaskus:

1. Kicak (Yogyakarta)

Kicak, dibuat dari beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa dan potongan buah nangka. Rasanya yang gurih dan manis memang cocok untuk panganan saat berbuka.

Tradisi pembuatan kicak bermula di kampung Kauman, Yogyakarta. Pada awalnya, kicak terbuat dari parutan singkong yang kemudian dimasak, setelah itu baru dicampur dengan bahan-bahan lain.

Kicak dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Berkisar antara Rp 1.250 hingga Rp 2.000, tergantung ukuran dan media pembungkus kicak. Untuk kicak berbungkus daun pisang dijual dengan harga Rp 1.250, sementara bila berbungkus media plastik, harganya mencapai Rp 1.500.

2. Pakat (Tapanuli)

Masyarakat Tapanuli punya makanan khas untuk berbuka puasa yang jarang ditemui di bulan–bulan lainnya. Makanan ini terbuat dari rotan yang disebut sebagai pakat.

Makanan ini berasal dari rotan – rotan muda yang telah dipotong hingga berukuran 1 meter, kemudian dibakar diatas tungku selama 1 jam. Setelah dipastikan masak, rotan muda ini lalu dikupas dan diambil bagian dalamnya yang berwarna putih. Daging rotan kemudian dipotong – potong seukuran 5 centimeter.

Untuk menambah kenikmatan, rotan muda kemudian dibubuhi dengan santan kelapa serundeng. Satu batang rotan muda dijual seharga 8 hingga 10 ribu rupiah, sesuai besar jenis rotan.

3. Gulai Siput (Riau)

Riau menyimpan banyak keunikan, salah satunya kekayaan cita rasa dalam kuliner khas tanah melayu, salah satu diantaranya ada gulai siput.

Siput sawah merupakan bahan baku utama gulai siput. Pertama, siput sawah ditangkap dan dibuat gulai, dimasak bersama sayur-sayuran pakis, pucuk daun ubi, daun keladi, dan terung asam.

Hidangan khas Ramadhan ini dijual kurang lebih Rp 5000 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

4. Sotong Pangkong (Pontianak)

Setiap Ramadhan, disepanjang Jalan Merdeka Pontianak akan ditemukan banyak pedagang kecil yang menyajikan makanan khas Pontianak. Warga Pontianak biasa menyebut makanan tersebut Sotong Pangkong. Sebab, sebelum disajikan, cumi dipukul – pukul lebih dulu, atau dalam bahasa Pontianak di “pangkong”.

Makanan ini terbuat dari cumi yang dikeringkan lalu dibakar dengan menggunakan arang. Setelah dibakar, cumi ini kemudian dipukul – pukul menggunakan palu agar rasanya gurih.

Sotong Pangkong lebih nikmat disantap bersama saos cabe dan cuka, sehingga rasanya lengkap. Mulai dari manis, asin, gurih, dan pedas dengan harga antara 4.000 hingga 15.000 rupiah.

5. Sate Susu (Bali)

Bagi warga muslim Bali, makanan khas ini selalu menjadi buruan sebagai hidangan buka puasa. Tak hanya itu, makanan ini juga dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh selama bulan puasa.

Terbuat dari bahan utama daging kantung susu sapi yang dimasak dan diiris kecil-kecil, kemudian susu sapi ini diberi bumbu ragi dan dibakar diatas tungku perapian.

Satu porsi sate susu sapi ini bisa Anda bawa pulang sebagai hidangan berbuka puasa dengan harga Rp 10 ribu rupiah.

Share This Post

Related Articles

facebook comments:

Leave a Reply

© 2014 LangitBerita.com.